Aurora terbentuk ketika partikel bermuatan dari Matahari berinteraksi dengan medan magnet dan atmosfer Bumi. Medan magnet mengarahkan partikel ke kawasan kutub, lalu interaksinya dengan atmosfer memunculkan pendaran cahaya [1].
AURORA88: dari angin surya ke cahaya kutub
Angin surya adalah aliran partikel bermuatan dari bagian terluar Matahari, termasuk elektron dan proton berenergi tinggi. Partikel-partikel ini berupa plasma, yakni gas yang telah terionisasi [1].
Saat plasma mendekati Bumi, medan magnet mengarahkannya ke sekitar kutub utara dan selatan. Di ionosfer, partikel bermuatan bertemu dengan partikel atmosfer; interaksi itu memicu eksitasi-relaksasi elektron yang menghasilkan cahaya [1]. Aurora di utara disebut aurora borealis, sedangkan yang tampak di selatan disebut aurora australis [1].
Bagaimana proses itu menghasilkan ragam warna?
Aurora dapat terlihat dalam beragam kombinasi warna [1]. Dasar proses yang dijelaskan adalah pertemuan partikel bermuatan dari Matahari dengan partikel atmosfer, yang memicu eksitasi-relaksasi elektron dan memendarkan cahaya [1]. Jadi, warna aurora berkaitan dengan interaksi yang berlangsung di atmosfer, bukan sekadar cahaya Matahari yang langsung mewarnai langit.
Penjelasan tersebut menerangkan asal pendaran, tetapi tidak merinci penyebab setiap warna tertentu. Tanpa rincian tentang partikel atmosfer dan kondisi interaksinya, warna tertentu tidak bisa dipasangkan secara pasti dengan penyebab khusus.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia β Aurora. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29795494&title=Aurora (diakses 2026-10-02).